![]() |
| Google Images |
Sebelumnya di Aku, Kiamat dan Misteri Bintang-Bintang Part I….
Beberapa menit kemudian, ruangan itu kembali sunyi. Tawa lepas dan ‘nyanyian kotor tanpa nada’ sang bule hilang ditelan kebiasaan melankolis cirri khas tempat itu. Yang tertinggal hanya senandung ejekan yang masih berotasi di tempatnya…menghantar dentingan jarum jam di penghujung larut malam. Aku masih setia, duduk di pojok ruangan dan belum berniat melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu. Dua jam lebih 45 menit akhirnya aku beranjak meninggalkan sebuah botol kosong beserta gelasnya dan beberapa lembar kertas bergambar dan bernilai yang disebut uang itu. Kaki ini kembali melangkah, melakukan kebiasaan yang sama…membawa ragaku ke tempat tujuan yang telah ku pikirkan sebelumnya, “Aku harus pulang”. Perlahan tapi pasti, ku susuri keremangan jalan, sambil mengajak ke lima inderaku berpartisipasi dalam aroma udara malam itu. Jalan semakin sunyi…menemani beberapa deretan taxi dan warung makan tengah malam yang belum juga terlelap. “Hmm…tinggal beberapa langkah lagi,” bisik lirih batinku.
Ku buka pagar putih besi yang ‘keras kepala’…menghasilkan bunyi derit yang tak mau pula berhenti sewaktu ku buka dan bahkan ketika ku tutup kembali. Syukurlah kakak dan ibuku sudah tidur… “Tentu saja mereka sudah tidur. Kalau belum, kau pasti mendengar suara khas mereka dimana yang satu mirip Celine Dion tanpa album (ibuku) dan satunya lagi mirip Beyonce Knowless bukan negro (kakakku)….ahahaha….Ku buka pintu rumah perlahan-lahan sambil berharap jeritannya lebih halus ketimbang pintu pagar. Dan akhirnya…berhasil…Tapi tunggu, aku disambut erangan ‘my big buddy’ Micko. Suara berat miliknya mirip sekali dengan actor kawakan Hollywood Harrison Ford (sorry Harry…Just Kidding….lol J ). Ku tenangkan dirinya sembari mengucapkan mantera dalam bahasa Inggris…’sit’ and ‘stay’ ! Maklum anjing dari jenis ‘Roadwheller’ itu tak mengerti bahasa Indonesia. Apalagi bahasa daerah…(oh ya…tingginya mencapai pinggang orang dewasa dan beratnya hampir 50 kg. Meski dia memilih berdiet beratnya tak mau turun-turun. Satu lagi yang unik darinya, dia tak mau makan kalau tak ada sayur…sialan, baru pernah ku lihat anjing makan sayur… (Lho…mas…mas…kok malah anjing yang dipromosikan sih? Hehe)
Pemirsa….Kembali ke laptop! Kata bang Tukul…
Setibanya di rumah ku raih beberapa camilan kecil dan duduk sambil menonton TV dengan ukuran 24 inch milik kakakku. Di sampingku duduk Micko yang tak henti-hentinya menyentuh kakiku dengan salah satu kaki depannya…memberi isyarat bahwa dirinya mengharapkan aku memberikan sedekah camilan yang sementara ku santap…lagi dan lagi…”hey buddy…I want more,” mungkin seperti itu maksudnya. Waktu masih terus bergulir pukul 02.30 WIB dini hari….
Aku masih terus memperlebar beberapa sudut biji matakau dengan menjelajahi hampir seluruh channel yang bisa ditangkap pemancar kecil TV itu, padahal sudah terlalu pagi. Tiba-tiba saja, terpampang jelas di penglihatanku sekilas info tentang terjadinya kiamat di tahun ini versi ‘on the spot’ buah karya Trans7. Katanya:
“Pada bulan Desember nanti akan terjadi tabrakan besar antara benda angkasa yang dinamai NASA sebagai Planet Nibiru atau yang disebut para ahli Astronomi sebagai Asteroid X atau Planet Kembar Matahari dengan ukuran ratusan kali lebih besar dari ukuran bumi. “Hmm…sepertinya tabrakan itu cukup membuat sebuah planet berganti status menjadi almarhum…”
Selain itu, ada beberapa situs yang sempat ku telusuri berkaitan dengan ramalan kiamat yang terdiri dari begitu banyak versi. Berikut kutipannya:
![]() |
| Google Images |
Buku ramalan Cina Kuno I-Ching yang diterbitkan 3.000-an tahun lalu, menyatakan kiamat akan terjadi pada 22 Desember 2012 (1 hari setelah tanggal prediksi kiamat 2012 versi Kalender Hitung Panjang), menurut Lawrence E. Joseph dalam buku karyanya: Apocalypse 2012.
Versi Ramalan Suku Maori
Lawrence E. Joseph juga mengemukakan bahwa kiamat 2012 juga diramalkan oleh Suku Maori yang merupakan suku bangsa asli Selandia Baru. Menurut legenda Maori, ada langit bernama Rangi dan Bumi bernama Papa yang terpisah lama sekali. Suatu ketika, Rangi dan Papa akan bertemu kembali dengan mengimpit anak-anaknya (manusia di Bumi). Hanya manusia yang berakhlak mulia yang akan dijemput dengan perahu besar (bahtera) dari surga. Perjumpaan Rangi dan Papa ini akan terjadi pada tahun 2012.
Versi Riset Ilmiah
Pada tahun 2004, Max Planck Institute for Solar System Research (lembaga riset Eropa yang terkenal), melakukan penyelidikan terhadap Matahari. Sami Solanki (selaku direktur MPISSR), menyatakan hal sbb.:
“Aktivitas Matahari saat ini mencapai tingkat yang lebih tinggi dari 11.000 tahun terakhir. Puncak aktivitas Matahari diperkirakan terjadi pada 2011 atau 2012.”
Versi Erupsi Supervulkan Yellowstone
Yellowstone, supervulkan (gunung berapi besar) yang berada di Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat, akan mengalami erupsi sebanyak 1 kali setiap 600.000 sampai 700.000 tahun. Diprediksikan pada tahun 2012, supervulkan ini akan kembali bererupsi. Setiap kali bererupsi, akibat yang ditimbulkannya sangat luar biasa, dan mengancam kehidupan makhluk hidup di Bumi (termasuk manusia). Erupsi Supervulkan Yellowstone ini (ternyata) setara dengan erupsi Supervulkan Danau Toba di Indonesia yang terjadi 74.000 tahun lalu, yang berakibat pada tewasnya 90% populasi dunia saat itu.
Versi Interpretasi ELS
Michael Drosnin, pengarang buku The Bible Code, menganalisis Kitab Imamat 18:20 sampai Ulangan 27 dengan komputer. Hasil analisisnya adalah ia menemukan sandi (password) tentang kedatangan komet. Dengan metode Equidistant Letter Sequence (rangkaian huruf berjarak sama), perikop Alkitab tersebut diperoleh rangkaian kata sbb.: komet, 5772, dan Bumi dibinasakan. Angka 5772 merupakan angka tahun dalam Kalender Ibrani yang ekuivalen dengan 2012 Masehi. Artinya, pada tahun 2012, akan ada komet yang akan menabrak dan membinasakan Bumi. Ternyata, selain tertulis komet, 5772, dan Bumi dibinasakan, juga tertulis kalimat Ini akan dihancurkan, Aku akan mencabiknya menjadi berkeping-keping.
“
Komet
5772
Bumi dibinasakan
Ini akan dihancurkan, Aku akan mencabiknya menjadi berkeping-keping”
Usai membaca beberapa kutipan tersebut aku tenggelam dan terlalu larut dalam beberapa lembar bisik batin bagaimana nasibku nanti jika hal itu terjadi. Gambaran itu tentu saja mengerikan. Apalagi, proses penghancurannya begitu cepat, dan terlalu cepat hingga semuanya hilang, terkikis habis bagai debu…Cukup lama aku membisu diiringi kemilau pijar cahaya dari screen PC yang berada di depanku. Lalu, ku matikan TV juga PC dan duduk di belakang rumah sambil terus diikuti oleh Micko. Ku sulut sebatang rokok di kesunyian subuh…memejamkan mata ini sambil mencoba merayu benakku tuk mengheningkan cipta agar raga ini cepat ku rebahkan di pembaringan dunia. Sebatang rokok yang ku jepit di antara kedua jari ini semakin pendek member kesan di benakku “Dia hampir tiba di penghujung hidupnya. Apakah ini berarti aku pun demikian?” Dan entah darimana datangnya ilham aku bertanya pada sobatku Micko, “Hey buddy, do you believe the world will ended soon?,” ujarku. Miko hanya menatapku sembari menjulurkan lidahnya lalu beranjak menuju tempat makannya, melahap habis sisa makanan yang masih tersisa dan setelah itu meneguk beberapa liter air lalu tidur di bawah kakiku. Melihat tingkah lakunya itu, aku tersenyum geli…Ku anggap itu sebagai jawaban bahwa kiamat tak penting. Yang penting adalah bagaimana memaknai hidup hari ini, detik ini dan nanti…. “Thanks buddy…see you tomorrow,” bisikku sambil mengusap kepalanya. Ku tutup pintu belakang rumah, mematikan lampu 15 watt dan kemudian beranjak ke ruang tidur sembari membisik doa pada yang kuasa…
“Thanks God…Esok kan ada lagi,”
Dan perlahan mata ini tenggelam dalam kegelapan dunia tanpa pijar cahaya….
(Bersambung)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar