My Beautifull FB Affair

Posted on Kamis, 31 Oktober 2013

(This Writting Is Completely Fictional, Not Based On True Story)


Maaf...mungkin aku terlalu berani...menuliskan beberapa buah noktah asmara tentang kita, ketika semua yang kita jalani terasa seperti kitalah sang pemilik 'The Milky Way'. Padahal sebelumnya, aku dan kamu seperti tabula rasa. Tak ada tamparan-tamparan halus di dada yang dinamakan getar itu, atau pun semacam koneksi telepati bahwa rasaku adalah rasamu juga...Hmm...Sepertinya aku bisa berpikir bahwa bahkan waktu pun tak bisa menjawab awal-berawal genggaman tangan kita dan akhir-terakhir kapan genggaman itu berakhir...

Sungguh...Kebahagiaan yang tersembunyi....dan begitu indah bila gumpalan otak kecil dan besar di kepalaku bergemulai bergerak memutar kembali rekaman-rekaman dokumenter tentang kita. Rekaman yang layak disebut indah namun tak gampang menyeruak dari balik penjara hati...Rekaman yang sejujurnya menghadiahi nalarku dengan konsekuensi bahwa ternyata tak bisa ku genggam tanganmu dari balik terangnya sinar sang surya sebab ku harus bersamanya. Ku coba tuk menyelamatkanmu dari beberapa lempeng asmara yang terus-menerus bergeser ke sini dan bukannya ke pusat rasa yang seharusnya kau jalani saja. Aku pun sadar aku tak bisa selalu di dekatmu, namun anehnya aku selalu mencoba tuk menggapaimu; walau waktu yang kita jalani hanya berkisar kebisuan yang adalah bahasa kita...

Aku seperti berdiri pada tebing terjal di mana hanya ada satu jalan melompat dan bukannya merangkak...Tapi meski demikian, aku masih bisa berenang dalam hati ini demi menggapai lembaran-lembaran usang hingga 'last update' di mana namamu terpatri di sana...Ingin ku katakan padamu mari genggam tanganku di antara rintihan ketegaran dari balik lensa bersayap warna kekelaman milikku yang minus 3 setengah kurang lebih; mengajakmu menjemput rintik hujan dan tersenyum di saat kebasahan mengguyur tanpa ada pilihan lain selain kecupan dan pelukan...

I Feel No Air Arround Me !!! bila ku harus melepasmu yang telah sekian lama terpenjara di dalam sini. Sama halnya tuk mengucap sepenggal kata 'Sudah Selesai'. Aku bahkan tak berniat tuk bertanya pada Sang Khalik bila faktanya takdirmu bukan mengarah ke sana tapi ke sini....tuk menemaniku...Harus berapa lama lagi ku terjemahkan rasa ini bila pada akhirnya kaulah yang terbesit di sana, terhimpit di antara ikatan besi yang terpasang di jari manis....Harus berapa lama pula ku coret buku janji setia dengan sejumlah tinta berwarna merah kesumba dengan namamu?Aku tahu rasa ini menyimpang bila ku harus memaksa situasi bertekuk lutut karena ku ingin menggapaimu. Tapi, aku tak bisa bertindak benar bila kenyataannya senyum di bibir bisa merekah karenamu dan jiwa ini terasa bergejolak bila hadirmu menyelinap masuk tanpa meminta permisi di ranjang malam...Dan bila ternyata benar bahwa jalinan ini telah disulam ibunda 'Destiny' mengapa 'Fatality' tak kunjung jua mengerti?

Tolong...Jangan katakan padaku 'Another Day Is Better Day' bila esok serasa mati...Jangan katakan padaku bila aku pasti tahu mana yang benar bila kenyataannya takdirku adalah memilikimu hei...soneta cinta yang terlarang...Haruskah aku tuk kesekian kalinya mereka-reka nasib dan memprediksi hubungan kita sementara takdir itu hanya tersenyum sinis mengejek tingkah laku kita....Atau haruskah ku memaksa ikatan tuk mengundurkan diri secara terhormat meski kepastiannya sungguh tidak mungkin? Apa artinya realistis bila takdir kita untuk bersama menatap rembulan kembar berwarna biru berselimutkan serpihan aurora di padang belantara keliru dan maka dari itu tak terwujud? Aku masih mengukir namamu di antara serpihan andromeda dengan izin rantai nebula walau bukan dirimu yang duduk di sampingku...Aku masih meminta rembulan biru tuk janganlah terbit dahulu sesuai waktu transformasinya seturut hukum astrofisika, yang sebenarnya 2-4 tahun sekali karena jangka waktu itu terlalu cepat dan kau belum di sisiku....Aku pun tak berniat menghilangkan jejakmu di sela-sela hembusan nafas ini sebab aku yakin, ini yang terakhir, dan takdir takkan mungkin terjatuh di kesalahan yang sama...


Missing You
My Beautifull FB Affair


Vanjer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar