Ketika kuli tinta bersyair....Hanya satu yang akan ditulisnya... ratapan usang kaum proletarian dalam kukungan bangsawan....
wajah jiwa-jiwa yang tergolek lemah, karena misteri pergantian musim dan zaman....semburan caci maki dan sumpah serapah, mengalir lugas dan deras seakan tak ada tugas di atas matras dunia yang panas....
Dia kan mengorek peristiwa tuk memberi ujung pada 'awal' dan akhir pada 'hal', walau coretannya kan membuat banyak jiwa bergejolak dalam pedih...Malu merona.... dan sesungging senyuman...
Ketika kuli tinta bersyair....
dunia kan bergidik, walau tak sedikit yang men-jijik....
jejak tulisannya merobek tirani penderitaan, walau jawabannya masih lama nian tertidur dalam penantian...
kebusukkan kan ditelanjanginya, apalagi tipu daya....
Sebaris kalimat yang ditulisnya kan ada banyak jiwa yang menangis.... entah menjerit atau kecaman...
Dunianya memang kejam....Jurnalistik yang penuh dengan egosentrik, intrik, kritik, radikalistik, fanatik, konservatik.... dan tak sedikit dari mereka menjadi korban vandalisme politik....
Ketika kuli tinta bersyair....
Takkan ada cinta terungkap jelas...Hanya fakta yang memelas namun mengundang dan mengandung segenggam kasih yang welas....Tugasnya bak kejahatan yang harus disulam walau jarum dan benangnya mampu membuatnya tertidur ditemani batu nisannya....Semua bukang soal uang!!! walau tak sedikit yang menghargai dengan kepingan!!!! Masih wajar....Insting dan nuraninya adalah kebijaksanaannya, walau perasaannya kan dikorbankan....
Ahhh....Manusia kuli tinta itu!!!! Masih saja menantang dunia tuk 'beretorika', dan pengalaman hidup dalam 'olimpiade matematika' !!!!
Ketika kuli tinta bersyair....
Dia kan mampu menolak cinta jiwanya....
demi mengasihi peristiwa kehidupan....
HANYA ITU !!!!!!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar